Sunday, December 24, 2006

addicted to the end

sekali demi sekali aku mencoba mengerti, dan berkali demi berkali merasa ngeri. 24 kali sudah 12 itu berputar, bukankah seharusnya kusudah mulai ahli? Tapi ternyata hari ini aku masih sama seperti bayi...Merasa tersesat dan sangat sepi. Merasa sangat bodoh juga tentunya, sambil tak lupa bertanya-tanya.

Bagaimana bisa ada masa dimana tak kuingat pertanyaan2 ini?

Mungkin waktu aku mati nanti...

(no, no...bukan ingin bunuh diri, hanya sudah bosan menanti jawaban yang tak juga pasti, paling tidak kalau memang terjadi, kudapat jawaban yang kucari, kan hari itu takkan terlalu kelabu lagi?)

Ah, kukira itu sudah kalimat paling gila yang tertulis besar-besar di benakku.
Tapi coba tebak....ternyata otak skeptis sinis sialan ini masih punya sesuatu...
Segar dan pahit, tapi seperti juga hidup, tanpanya mungkin ku mati kutu
Mengejutkan, sekaligus menakutkan, tapi aku ketagihan seperti mencandu

Katanya: "Yaela, bagus kalau emang lo nemu jawabannya pas mati...Kalo nggak?"

Nah lho...

(...semakin yakin aku bukan hanya untukku, juga bukan hanya untuk siapa-siapa. Tidak ada kata 'hanya' yang sejajar dengan 'untuk' selama berkaitan dengan 'aku'. Hidupku seharusnya kuabdikan untuk 'mereka')

i still smile when i think of u

...Entah apa yang mengantarku membaca lagi semua perkataanmu. Berusaha memahami lagi apa yang kau sampaikan padaku. Berusaha mengerti lagi apa yang kukira sudah kumengerti berminggu-minggu yang lalu. Bertanya lagi pada cermin benarkah langkah yang kubiarkan terjadi, membiarkan jarak itu antara kau dan aku.

...Tanpa kutau sebabnya kau punya tempat yang tinggi dihatiku. Bahkan sebelum kausampaikan kalimat-kalimat indahmu, tatapan menyesatkanmu, dan kenangan tak terdugamu. Aku selalu tahu kau tidak sama dengan mereka, setidaknya untukku.

...Lucu bagaimana semua itu hanya bisa kusampaikan dengan membisu. Bahwa kau begitu indah dengan kesederhanaanmu, hanya hatiku yang tahu. Bahkan kedua telinga ini tidak pernah mendengar tentangmu, dan mataku baru sekarang melihat kejujuran ini berbentuk nyata.

...Kalimatmu sering menyesatkanku. Kadang aku ada di tempat yang indah, tapi datang kalimatmu berikutnya, dan di kerjapan mataku setelah itu, aku ada di neraka.

...Itu untukku..itu bukan untukku...Dia untukku...dia bukan untukku...

-aku tidak peduli lagi kini apakah itu aku atau itu bukan aku...tapi aku yakin pasti itu kamu, the love of my night*kekasih malamku-

...Aku tidak suka neraka, karena itu walaupun kubilang aku percaya...
...Baru saja aku menulis bahwa aku merasa tolol karena...Itu bukan untukmu, kok...
...strange, aku merasa sedang memerlukan kamu, dalam bentuk apapun itu...tapi, terutama, kata2mu yang sering menemaniku di beberapa gelap yang terlalu sunyi...
...Pikiran2 ini sering membuatku lelah, walaupun jelas mereka juga yang tetap membuatku hidup...
...Dan sejujurnya, satu orang yang masih mengingat jelas garis pipiku 6 tahun yang lalulah yang membuatku tetap berpijak...
...tak banyak yang kuminta, aku hanya ingin kamu tahu...
...aku percaya, dan semoga begitupun kamu...

bonne nuit,

"trust"

Jakarta yang abu-abu dan basah dan sepi.

Kopi tidak seajaib sihir sih...but for this cloudy afternoon, it works.

(info kopi: Illy @Bakerzin cafe....satu cangkir cappucino plus dua sachet equal...Hm...Mantap!!Bisa beli yang kalengan juga buat dibawa pulang, 90 rb aja...,red.)

Setelah beberapa minggu mencoba jadi seorang perempuan yang 'percaya', tiba-tiba belakangan ini kata itu menjadi sangat absurd. Absurd, mahal, dan berlebihan. Nggak ada yang pantes kecuali The Lord to be in the same line with the word 'trust'.

I know...u must be saying: "Come on Kris, lo mesti percaya...."

Lalu diteruskan dengan line-line dan quote-quote romantis tentang hal itu yang namanya tak boleh disebutkan...Yeah, for me It's just as stupid as Voldemort.

I mean, please! Berapa minggu dong gw mencoba jadi that kind of girl dan hari ini gw merasa sangat tolol. Pada kenyataannya 'itu' cuma buat dirasain kan, bukan buat dipercaya. Daripada-daripada lah...

I'm throwing that word away today. I mean it.

Saturday, December 23, 2006

terjun bebas

aku sulit menerima bahwa memang akan seberat itu
ternyata yang indah bisa saja suatu saat membuat lelah
juga takkan bertahan bila yang dimiliki begitu lemah
meminta bukti bahwa pantas diperjuangkanlah sang kisah

...mahal juga ya ternyata harga sebelah jiwa....

(sebelah aja mahal, apalagi yang utuh,kris...:p)

Friday, December 22, 2006

dear K...


Tadi malem beresin kamar dan nemuin surat lama yang udah rikes-rikes ketimpa tumpukan tugas dan skripsi...

Trus jadi yang kembali ke masa lalu gitu lah, ke suatu masa dimana ada suatu pria yang mungkin nggak sadar kalau nggak ada dia, nggak mungkin hati jadi sekuat sekarang. Suratnya ditulis diatas kertas bergaris dari map dengan tulisan tangan yang miring tapi tegas...

...Intinya dia khawatir, tapi juga nggak mau jadi terlalu bawel. Dia bilang perhatiinlah diri sendiri, bawah mata udah bengkak gitu, trus belakangan sering sakit kepala, kan?

Waktu itu dia lagi dalam perjalanan ngurus kerjaannya, dan tampak kekhawatirannya berlipat karena itu berarti dia nggak ada disisi buat jagain. Nggak bisa bawain chocolate truffle kalau mood tiba-tiba ngaco, nggak bisa menemani nonton Diana Krall life in Paris dikala gerimis, nggak bisa memeluk dan menenangkan waktu tangis meledak gara-gara loading kerja yang kelewatan...

Sweet...:)

Your old letter made my day, Green Lantern...

the village

Mencarimu seperti menanti bintang jatuh


... dan anehnya ku belum juga jenuh.

Tak disini, yang pasti, entah dimana sosokmu
Kamu harus kembali, kesini, dekatku

damn it... i miss you!!

Thursday, December 21, 2006

the next big thing after love: understanding

"Ini e-mail terakhirku, aku cape. Nggak tau apa lagi harus aku buat supaya kamu mau sekali, SEKALI aja, bales e-mailku, smsku, telefonku...Sebegitu udah nggak ada lagikah kesempatan buat aku? Nggak bisakah kamu percaya sama aku dan coba sekali lagi aja? Kaya nya kamu emang udah nggak mau lagi ada di hidupku ya?"

bahwa aku menghargaimu, lewat pesan-pesan tak terbalas itu
bahwa aku menghargaimu, mempercayaimu seperti yang kau mau
bahwa aku menghargaimu, meski mungkin kau tak pernah tahu
bahwa aku mementingkanmu, meski akhirnya kita tak jadi satu

gambar yang kau punya tentangku, biarkanlah tetap disana
mimpi yang hadir tentang kita, tetaplah memilikinya
Dengan cara yang kumampu, takkan lelah ku menemanimu
Indahkan sudut tak terlihat hidupmu dan selamanya ada disitu

I can't stop loving u, it's true.
I wanna believe in u, it's true.
I wanna be there for u, 4ever, it's true.
I still dream about us, it's true.

Tapi itulah hidup, ada bagian yang nggak bisa berubah, kemanapun aku berlari, bagaimanapun kerasnya aku mencoba. Aku nggak minta kamu mengertikan aku, walaupun aku mengertikan kamu. Mengertikanmu bukanlah sesuatu yang kuharapkan akan berbalas.

Tapi semoga ini bisa sedikit membuatmu mau, seperti juga aku, mulai mengerti sesuatu bernama...

c i n t a
yang pernah membersamakan kita
yang juga akhirnya menjauhkan kita
dan yang semoga akan tetap mendewasakan kita
...itu saja.

Thursday, December 14, 2006

to respect ourself more


Satu buku yang walaupun belum juga selesai gw baca (Sandi buku gw manaaaa.....) tapi sudah menorehkan (halah,menorehkaaaannnn) kesan yang begitu dalam adalah salah satu buku karangan Karen Armstrong. Buku yang buset dah beratnya minta ampun, tapi sangat berhasil membuat gw semakin mengagumi dengan tulus seorang cowok idola gw.

Banyak banget isinya, nggak usah gw ceritain satu-satu, tapi lewat referensi yang membuat daftar pustakanya memakan seperempat bagian dari buku itu, sejarah detail tentang beliau, mengantar gw mengenal beliau lebih jauh.

Seperti yang bisa dilihat dari tulisan-tulisan gw, gw selalu suka love story, gitu juga love story beliaul dengan istri pertamanya. Kenyataan bahwa beliau selalu menjadi partner yang baik buat sang istri pertama itu luar biasa buat gw. Membaca cerita tentang mereka gw jadi semakin yakin sama konsep cinta dan soulmate buat gw: harus dicinta, dijaga, dihargai, dan...hanya satu.

Sikap beliau ditahun dimana akhirnya sang istri pertama berpulang adalah pernyataan cinta dan setia yang agung, lebih dari sekedar kalimat apapun yang pernah gw denger. Perkara sesudahnya beliau menikah lagi, untuk niat yang (kalau orang ini sih gw percaya) baik, disesuaikan dengan kondisi waktu itu...Nggak matahin kenyataan bahwa istrinya yang pertama ya cuma satu, cintanya ya cuma satu, setia nya ya cuma buat satu orang.

Ngerti nggak? Jadi gw bukan nya usil atau apa, gw cuma kecewa ada aja orang yang nggak sadar dia itu panutan banyak orang, nggak bisa seenaknya. Idola gw itu aja nggak pernah nyakitin perasaan perempuan yang udah dampingin dia dari sejak dia belum jadi siapa-siapa sampai dia jadi seseorang...

Kalau mau hindarkan zinah, ya gampang kan, nggak usah dilakuin aja, susah amat. Kadang2 gw suka nggak ngerti sama orang yang kalah sama nafsu 'begituan', nggak malu apa? Maaaaan!! Kita ni terpelajaaarrrrr!!! Lagipula, mestinya kan situ udah ahli nahan nafsu, isn't it what u kept talking about in the old days, Mister?

Kaya nya agak telat reaksi gw, tadinya gw nggak mau komentar soal ini, cuma akhirnya gw miris aja. Kemunduran moral (dalam hal punya istri banyak) pria-pria udah cukup parah, nggak harus diperparah dengan ikut nya seorang tokoh berlaku sespektakuler ini kan?

...nggak bisakah dia menjadi panutan yang normal? Yang pinter? Yang tahu betul tentang isi buku yang sering dikutip itu? Yang melihat isi buku itu sebagai suatu kesatuan yang utuh dan dihayati artinya dan bukan cuma diartikan secara harfiah?

...dan para cewek,termasuk gw... nggak bisakah JUJUR dalam merasa? Nggak usah takut dijudge nggak soleh, itu urusan masing2 pribadi sama Tuhan. Kita emang nggak boleh sombong, tapi kita juga nggak boleh munafik, kan?

Yang akan ngajarin orang sekeliling kita cara menghargai kita adalah kita sendiri. Emang kalau bukan kita, siapa lagi? Suami?

Heuheu...kapaaaannn kaliiii...

:)

mencari kejora

Biarkan aku melihat hatimu, yang kuyakin tak beku
Aku tak boleh memeluk atau menyentuh, aku mengerti
Tak kunanti alasanmu, karena bukan itu yang ku perlu
Ku hanya minta satu, kau juga mau sedikit memahami aku

Aku memanggil kamu yang menjanjikan keteduhan
Janjimu sampai padaku, meski rencanamu tak begitu
Kapanpun ku perlu, denganmulah ku akan aman
Jadi buatlah kupercaya, biarkanku selami dua sinarmu

(...membuka halamannya, tak kutemui mata yang kucari
...semoga dia tak terlalu lama sembunyi)

Tuesday, December 12, 2006

SHANTAIIIIIII!!!!!!!!!!!!!!

Semua orang di hidup gw juga tahu, i'm living my life productively...Mereka juga-harusnya- tau, gw suka kalau ada yg ngasih feedback untuk pemikiran gw, tapi gw nggak suka dijudge gara2 pemikiran gw. Apa yang gw tulis itu buat dibaca, kalo mau, kalo nggak ya nggak usah...Dan bukan buat disimpulkan. Kalau gw tulis pendapat gw tentang sesuatu ya udah, itu pendapat gw, nggak usah sewot dan jadi nuduh gw segitu kurang kerjaannya dan mikirin cinta.

Lagian kalo gw mikirin cinta EMANG NAPA???

...otak otak gw, hidup hidup gw, pikiran pikiran gw...

sHantHai dong

Monday, December 11, 2006

nggak ada apa-apa, kok...

kadang hanya ingin memanggilmu saja...

kamu selalu bisa membuatku menangis...
sekaligus bahagia dengan semua kesederhanaanmu.
kamu selalu bisa membuatku bahagia...
sekaligus menangis dengan semua keajaibanmu.
Don't know how to explain what i feel...I just still care about u...

sunlights...
stars...
raindrops...

...that much.
I still care about u that much.


nggak usah sok push-up deh..:)

Sunday, December 03, 2006

twentysomething men

Biar gw kasih tau ya, line favorit mereka adalah: "Aku bukan pengen pacaran sama kamu, aku pengen nikah sama kamu, aku serius."

Well, tentunya dalam berbagai versi, yang intinya adalah sama: Membuat kita tersanjung dan merasa sangat istimewa karena mereka menganggap kita adalah 'wife material'.Somehow they're getting smarter, girls. Mereka (kira mereka) tahu sekali apa yang ada didalam pikiran kita: kekhawatiran tentang pernikahan-slash-rasa lelah luar biasa karena terus menerus dibombardir pertanyaan 'kapan nikah' oleh keluarga besar setiap kali ada pertemuan rutin. Dua hal itu walaupun tampak sepele, sebetulnya berbahaya karena bisa membuat kita saking lelahnya, jadi agak gila, lalu terintimidasi dan memutuskan bahwa memang sudah waktunya nikah (dengan siapapun itu yang mau serius menikahi kita).

Padahal cobalah berhenti mabuk karena tersanjung, buka mata dan telinga lebar-lebar, lalu gunakan akal sehat kita yang sering terabaikan begitu mahluk berjudul 'lawan jenis' itu muncul dihadapan kita. Kalau gw sih langsung teringat masa-masa dimana mereka dengan gobloknya jealous waktu gw ngomongin cowok lain sedikiiit sementara mereka bebas ngomongin cewek lain sampe bershift-shift, betapa mereka bisa ngambek kalau gw kelamaan dandan (10 MENIT! come on, man...it's not even an hour!!) sementara untuk games dan mobilnya gw harus bersabar nunggu berjam-jam, betapa mereka bisa ribut soal sms mereka yang nggak dibales tapi bisa dengan teganya neglemparin kado yang gw cari dengan susah payah selama berjam-jam gitu aja ke jalanan didepan mata gw, betapa mereka ngomong kalo mereka akan nunggu gw 'selamanya' tapi cuma dalam dua tahun mereka ternyata udah nemuin pengganti yang btw sangat insecure sehingga bolak-balik ngecekin fs gw mulu (plis deh, have some selfrespect), betapa mereka SELALU insecure tentang temen-temen cowok gw tapi dengan tenang tidak mengakui bahwa gw adalah pacarnya waktu dia ada di lingkungan yang menurutnya 'seru'...takut pasaran turun YA MAS???

Menyedihkan tau nggak...padahal gw aja ngaku punya pacar...
nggak
p e r n a h
takut
...terjadinya perubahan yang berarti pada nilai saham gw.

All i'm saying is...Gw nggak bangga dengan adanya beberapa orang yang ngomongin pengen nikah sama gw itu...Coz none of them really knows what they're talking about. Dengan egoisnya mereka cuma ngerasa dikejar umur dan sok iye ngomongin pernikahan. Let me tell u something guys: PERNIKAHAN BUKAN GAMES DAN BUKAN JUGA SESUATU YANG 'SERU' BUAT COBA-COBA!!!!

Brengsek...itu tentang komitmen seumur hidup yang nggak akan bisa lo penuhin, nggak akan bisa cuma lo ngertiin kalo bahkan nepatin janji lo untuk dateng nemuin gw dan membicarakan masalah lo sama gw baik-baik aja nggak bisa (While it wasn't me who said 'really need to talk')

Just stop talking shit and do the real thing, u childish selfish crazy creatures.


Ini 2006, cewek udah nggak se naif itu.

Paling nggak gw: KRISTY, nggak senaif itu.

Kalo emang mau ngebodo-bodo in gw, carilah yang lebih mutu. Jangan yang kacangan...

B A S I.

Wednesday, November 22, 2006

Love and fear couldn't be in the same heart.
Aku memilih untuk berani menghadapimu, hidup. Untuk sesekali salah, meminta maaf dan kembali mencoba. Untuk sesekali kalah, bersedih sesaat dan kembali berusaha.

...dan mungkin kan menemukan dia akhirnya, Sang Belahan Jiwa.

Friday, November 17, 2006

promise me

u said u'll be there...kan?

Jadi kalau besok atau besoknya atau besoknya lagi...atau nanti,

kamu masih ada, kan? Janji?

Friday, November 10, 2006

to the perfect sparks...the sweetest light...my highest hope

... dari ratusan hari aku bersamamu, hari ini kumerasa paling dicintai. DicintaiNya karena mengenalmu, dicintaiNya karena dimengerti olehmu, dan dicintaiNya karena diizinkan mengenalmu.

akhirnya...

Aku tidak takut lagi. Aku tahu aku tidak akan kehilangan kamu.

Thursday, November 09, 2006

never ending journey

Aku bisa melihat perjalanan itu
tampaknya tak semudah yang kumau
Tapi kupun belum sampai disitu
dan kiraku itu belumlah tentu

Mungkin dia yang kan bersamaku
Mungkin sebelumnya dia berlalu
Mungkin yang belum pernah kubertemu

...Atau mungkin juga itu kamu

Misteri itu pernah membuatku takut
Jiwa bebasku dulu tak sengaja surut
Tapi rasa bodoh kemudian waraskanku
Selama belum tiba, ku berarti belum tahu

Jadi menggelaplah malam semaumu, memanaslah siang sesukamu
Puaskanlah dirimu karena itu berarti kaupuaskan aku yang sesungguhnya adalah berjuta kamu yang menyatu
Menyatu sepanjang hidupku, selangkah demi selangkah di hari yang lalu
Selangkah demi selangkah susuri raya tak berujungmu

Atas nama: Rasa Percaya

MencariMu
MenemukanMu

...dan selamanya mencintaiMu.

Friday, November 03, 2006

fin

Hari ini aku akan berhenti mencintaimu
Ku... sudah tak bisa membayarnya
Terlalu mahal harga itu tuk seorang kamu
Kau dan aku tak melihat surga yang sama

Darl..haruskah mengerti seperih ini?

Thursday, October 19, 2006

stay

sesulit inikah bicara denganmu?
aku coba lalu kembali ragu
rasanya sempat terucap dulu
sakral darimu tuk satu: aku

kurang jelaskah jemari berkata
yakinkan mu bahwa sesungguhnya
tidak ada lain yang kumau
tidak ada lain yang kuperlu

berhentilah semua marah
Mulailah coba percaya
Takkan kutukar kamu selamanya
Seluruhku ini untukmu semuanya

kamu saja.
kamu saja.

Wednesday, October 18, 2006

"Jangan jauh-jauh lah...ya?"

...mengawali hari dengan ribut-ribut sama orang yg sebetulnya sangat gw sayang. Nggak banget deh, cape. Tiap berantem sama dia cape, abis sedihnya banget-banget. Tau deh..dulu gw selalu ngetawain line 'benci tapi rindu', sekarang juga masih sih...tapi ngetawain sambil ngerasain gitu deh. HEUHEU...kampring amat.

Satu sisi gw care banget dan ngerasa bisa ngertiin, tapi disisi lain gw sering frustasi sendiri ngomong sama dia apalagi kalo udah beda pendapat. Seru deh...cape deh...haha...

Bayangin, kita ngobrol (baca: berdebat) selama bermenit-menit dan begitu selesai, apa gw ngerasa udah berhasil nyampein perasaan gw?

Belum kok.

"Kamu dengan segala sifat aneh kamu yang sangat 'kamu' dan teramat mengesalkan tapi bikin kangen itu ya... Harusnya gampang, tapi ternyata ngebayangin besok tanpa kamu kok bikin nyesek ya?"

Tuesday, October 03, 2006

us

mataku tidak melihat duniamu
seburuk itu
dan mungkin kamu tak bisa tau
tersesatnya aku

Mungkin itulah mengapa kita bertemu
agar aku mengingatkanmu
Meski tak sempurna, tapi asal kau mencoba
Hari kan berlalu baik-baik saja

Sedang kamu disana tuk kuatkan aku
redakan chaos tak berujungku
tenangkanku setiap ingat ku punya kamu
Baik-baik saja hari kan berlalu

Lalu bersama mungkin kita bisa
mendefinisikan lagi kata 'indah'
mengertikan lagi rasa 'bahagia'
dan akhirnya syukuri semua


...semuanya yang kita punya

dear mom


Bunda malam ini izinkan aku mencoba
ungkapkan semua rasaku yang sesungguhnya
bila pernah kubuatmu teteskan air mata
bukan itu mauku, maafkanlah semua dosa

Bunda jika waktu jadi milikku semua
takkan habis semua rasa cinta yang aku punya
kulakukan apa saja bila memang bisa
membalas jasamu bundaku yang sempurna

Bunda,
terimakasih tuk setiap tetesmu ditubuhku
Bunda,
terimakasih tuk semua ajaranmu dihatiku
Bunda,
terimakasih tlah indahkan seluruh hidupku
Bunda,
engkaulah alasan ku ada

::bunda-infinity::

he send me universe

tinggi sekali kau membawa hati
hatiku yang biasanya tak pernah pergi
baru kamu jiwa penuh misteri
tak ragu buatku tak ingin kembali

ternyata sabar bisa indahkan sepi
lalu hambar bisa tabahkan sendiri
ternyata percaya yang akhiri mimpi
jadi sesuatu yang lebih sempurna lagi

mendekati bintang bintang
mereka yang berjarak tak lekang

kerelaanmu itu paling berharga
berarti lebih lagi, diatas semuanya

Saturday, September 30, 2006

f a c e it!

Aku takkan lupakan sepasang sinarmu
bahkan ditengah terikpun kamu mampu
diamkan kata yang tak habis dariku
dinginkan hawa sarat panas lalu debu

hati yang tersepikan, salahkanlah siapa saja
tapi bukankah Dia beri pasangan tuk semua
matahari dan angin, bulan dan bintang
panas dan dingin, tekad dan rintang

dan...
kita?
aku dan kamu...
kamu dan aku...

Masalah dan hatimu
Bencana dan tekadmu
Airmata, dan kuatmu

Aku sangat tau
Aku yakin selalu
Kamu pasti mampu

Aku disini, kekasihku...

Monday, September 25, 2006

dear great kisser

aku menunggu suaramu mencoba
tuntun aku tuk tak lagi hilang arah
aku menunggu kehadiranmu disana
tempat kita pernah bisa bicara

Ya, ini untukmu
kamu tau, aku rindu...:)

Sunday, September 24, 2006

oase, kejora dan kamu//semua yang (untukku) :hanyalah satu

Kadang ada sedikit nyala yang membuat sepi tak terlalu gelap...
Atau ribuan gemerlap yang membuat gelap tak terlalu sepi?
Lalu berikutnya sekilas sejuk yang jinakan liar cahaya itu
Atau limpah dingin yang liarkan terang nan jinak itu?

I know it's you...
And I'm flattered...

Tuesday, September 19, 2006

..:.. am

Mata-mataku menolak tuk terpejam
Meski itulah tujuanku bertemu malam
Kamu menari disini, disana, tak pernah lelah
Tertawakan aku yang penuh rasa bersalah

Betapa mahal harga yang kau beri
Sedang aku hanya coba tuk peduli
Berusaha adil dan tak bohongi hati
Karena pilihan tak ada yang lain lagi

Katakanlah kini, kekasih hati yang lalu:
"Apakah itu yang bawakanmu bahagia?"
Dan bila "ya", aku sungguh-sungguh bisa
Tahankan diammu, selama apapun itu

Neraka itu sedang kudatangi
Ganjaran itu sudah terjadi
Percayalah lukamu terbayar sudah
Mata dan malamku telah terpisah

Monday, September 18, 2006

the reason

Tak memilikiku tapi tetap ada
Bertahun sudah dan tetap sama
Bagaimana tak kucintai dia
Bagaimana tak ku slalu untuknya

Karena dia bisa tak berpamrih untukku
Menjagaku dimanapun, kapanpun itu

Dan yang paling berharga...

Dia
Selalu mengertikan semua
Tanpa pernah kumeminta
Tanpa pernah kumengajari
Padaku, dia bisa hilangkan sendiri

f a i r

Takkan ku ingkar kamulah yang terbaik
Segala cara, menjerit ataupun berbisik
Kalimat itu kan tetap sama tentangmu
Dekati sempurna, kamulah bintang itu

Lalu aku
Bukankah beruntung bisa bersamamu
Lalu kini
Tak pernah kukira akhirnya harus pergi
Tapi hati
Hati ini lah yang menuntunku tuk tak lagi
berpura-pura
Harus berhenti bermimpi semua masih sama

Ada bayangan abu-abu mengejarku
Didekatku kapanpun seperti hantu
Lalu aku lelah dan coba mengerti
Inilah terbaik yang mungkin terjadi

Suatu hari, semoga kamu mau
Maafkan aku tuk semua cela
Suatu hari, semoga kamu tau
Disini, akupun terluka

...dalam sekali
...perih sekali

Sunday, September 17, 2006

Total Touch

Dalam tidur panjang pernah kutemui kamu
Sesuatu yang lembut tapi tak izinkanku lupa
Begitulah jemarimu mengenal seluruhku
tanpa pernah mencoba, di pertemuan pertama

Biru lah yang kulihat warnai langit diatasku
Lalu api itu cairkan beku dengan sempurna
Pelukan demi pelukan dan selalu ada kamu
Kurela tak berakhir perjalanan panjang kita

Nyatakanlah lagi kehadiranmu yang pasti
Yakinkan aku sentuhan ini sungguh adanya
kau birukan dunia, dan terjadilah putih
Lalu tunggulah aku kan semakin menggila


Dan mengakhirinya dengan tenang luar biasa
Kamu yang membuat gelap terasa berharga

Friday, September 08, 2006

8 September 2006
kamulah keajaiban itu..
yang hangatkan malam panjangku
Jauh sampai gelap berlalu
Dear half of my soul: I love you

(i'll always remember the midnight message from you, darl. Really cheering up my grumpy mood...)

Thursday, August 31, 2006




Rasanya aku pernah ada disini
Waktu tak ada lain tetapi sepi
Saat tak ada senyum di pagi hari
Dan tubuh ingin terus bermimpi


Rasanya aku inginkan kamu
Merengkuhku erat seperti dulu
menggambar hatiku merah jambu
genapkan setengah menjadi satu

Rasanya aku menyesali kita
Kita dan cemburu yang membuta
Buyarkan akhir manis bahagia
Kekasih, harusnya kita bersama

Rasanya bukan waktu yang bersalah
Entah apa yang menuntun kita patah
Sesungguhnya aku tak ingin menyerah
Sesungguhnya tak ingin kita mengalah

Pulanglah, biar semua kembali indah.

Thursday, August 17, 2006


...dan yang terberat adalah untuk tetap jujur dalam menjalani hari. So my thoughts, my sights, and my soul can stay clear.

Walaupun itu berarti setiap hari harus bertanya lagi dan lagi: Am I crazy? Walaupun itu berarti setiap hari harus bersabar menghadapi orang tersulit yang pernah saya temui seumur hidup saya: diri sendiri dengan segala kekontrasannya, dengan segala kekerasan hatinya, dengan segala kecengengannya, menikmati sekaligus menangisi setiap langkahnya. Walaupun itu berarti sakit kepala, jerawat dan ekspresi yang tidak stabil...Walaupun itu berarti tidur yang tak sepenuhnya lelap karena bahkan saat itupun sang jiwa tetap menuntut dengan suara paling mengintimidasi di pitch yang paling tinggi: TERUSLAH MENCARI!!

Mencari apapun untuk meneruskan ratusan kalimat berakhir tanda tanya di benak ini. Harus terus mencari, karena tanda tanya baru selalu datang lagi.

Untung ada kamu, pilar terkuat perjalananku...Just stay there, till the day I can not say.
Apakah menyayangi berarti harus sehati untuk setiap hal? Selama ini, kamu tahu, apapun kulakukan selagi aku mampu, untuk membantumu. Mungkin tidak heroik seperti difilm-film, but God knows i've tried, hard. Tapi kali terakhir, rasanya permintaanmu terlalu aneh, dan kamu seperti seseorang yang aku tidak kenal. Entah kemana rasa takut membawa rasionalitas kamu, yang jelas menurutku kamu panik dan sama sekali tidak membuat keadaan lebih baik. Maafkan kalau aku sepertinya tidak peduli. Asal kamu tahu, justru aku peduli...Kalau kamu memilih untuk menangani masalah ini dengan cara yang, menurutku, tidak benar....Tolong izinkan aku untuk tidak ikut serta. Karena aku menyayangimu, dan aku tidak mau jadi bagian sesuatu yang hanya akan membuat semuanya tambah menyakitkan buatmu.

Konsekuensi yang harus kuhadapi dengan kehilanganmu dari hari-hariku sejujurnya sangat berat, tapi aku tetap yakin dengan pilihan ini. Seseorang yang banyak menemaniku berkata, "U can't save the world, just save what u can save. U can't fix everything, just fix what u can fix."

So don't blame me, please...Aku sudah memberikan yang terbaik, dan kalaupun aku ingin memberikan lebih, tapi aku sudah tidak bisa. Dalam hal ini aku sudah sampai pada batasanku.

Wednesday, August 16, 2006

Terkadang jarak justru menjaga semua yang ada untuk tetap indah. Supaya tidak ada emosi, air mata, dan perih yang sia-sia.

Friday, August 11, 2006


Tuk Pencerah Hati, Sang Kekasih Hari

...Dan mungkin dia, dia, dia menawarkan surga
...Tapi aku sendiri yang tahu, apa yang berarti
...untukku , kata-kata para dia bermakna sama
...Tapi kini, membacamu, kumerasa dimengerti


...merci! :)

DISCOVER DISCOVERY
Tuhan...
Berkatilah orang yang menciptakan dan terus mengembangkan Discovery Channel...Sekarang ketakutan saya untuk punya anak (dalam hal ini disebabkan karena kasihan mereka akan menghadapi sesuatu yang sangat membosankan dan bikin mual bernama fisika-biologi dan kimia dengan cara yang paling horor: belajar di sekolah Indonesia) sedikit berkurang...Kan udah ada Discovery Channel, they can manage to make those horror things become interesting...Terakhir, para junior...generesi2 sesudah saya...huh...dasar kalian generasi yang sungguh beruntung...

(foto ini nggak ada hubungannya sama tulisan diatas...hihi...gw lg kangen aja sama temen gw, PUPUPUPUPU!!!! heuheu..)

Tuesday, August 08, 2006

Gimana rasanya ya bangun setiap hari dan cuma punya satu pilihan: bertahan hidup. Boro-boro bisa milih mau makan apa, mau jalan-jalan kemana, mau nonton atau mau tidur...

Nasihat gw ke diri gw sendiri pagi ini: "Jangan kebanyakan ngeluh lah, Kris...Masih bagus lo bangun di tengah suasana rumah yang sepi dan bukannya hingar bingar berantakan gara-gara bom..."

Hari gini, tahun 2006.

Punya pilihan itu suatu kemewahan.

s a d a r !!

Monday, August 07, 2006



Pelangi.

Mungkin itu kata yang cocok menggambarkan hidup gw. Sebanyak-banyaknya warna ada dalam diri gw,yang gelap sampai yang terang, yang suram sampai yang ceria. Selalu ada kontradiktif dalam diri gw, seperti sebagai contoh betapa sinisnya gw sekaligus juga romantis. betapa emosionalnya gw tapi juga gampang memaafkan, betapa penuh aturannya gw tapi paling nggak suka di atur.

Hm...Geminilah yang gw bisa pake sebagai penjelasan untuk begitu banyaknya hal-hal bertolak belakang yang ada dalam diri gw. 25 Mei '82, gemini abis, dengan lambang kembar dan timbangannya...dengan segala ke kontrasannya...cukup aneh. Contoh lain adalah gw baru aja selesai baca bab 4 buku Muhammad, dan agak cape butuh break sambil nonton E!...Oh, betapa nggak nyambungnya...Harusnya yang gw tonton tu BBC, kan? Atau kalo dibalik, harusnya yang gw baca adalah People Mag atau majalah nggak penting lainnya, kan?


Dasar aneh...

Lebih dari setahun gw nulis di blogs lama gw dan didesak sifat khas Gemini lainnya yaitu 'BOSAN', gw memutuskan pindah ke alamat baru ini...:)

Foto-foto pertama yang gw attach adalah bukan hanya orang yang paling gw sayangi, tapi mereka adalah orang yang punya paling banyak pengaruh dalam membuat gw menjadi gw yang sekarang dan siapapun gw nantinya.

Di foto kanan ada dua orang yang tampak jauh lebih dewasa dari gw, dua orang yang darahnya mengalir deras dalam badan gw, semoga juga menularkan sedikit gen 'HEBAT' yang mereka punya. Peter dan Ilsa Nelwan. Atau kalo gw manggilnya 'Ayah-Ibu'... Atau di Unpad dipanggil Bang Peter-dosen psikologi dan di UN dipanggil Mrs.Ilsa-representative @Kathmandu, Nepal. Orang tua yang bikin gw cinta baca, yang ngajarin gw dengan displin penuh cinta, yang selalu kerasa dekat walaupun sering kepisah ribuan km...Orang tua terbaik yang bisa didamba anak manapun di dunia.

heuheu..jadi terhura.

Masih di foto pertama, cowok gondrong sebelah gw adalah Grasio. Beda 3 tahun sama gw, kuliah di tempat yang beda juga dengan gw, gw di Manajemen Unpad dan dia di HI Unpar. Kebanyakan kalo gw mau ceritain dia, yang jelas ini dia sahabat terbaik gw yang tau every details of my life.

Tuh kan, terhura!

Di foto kedua adalah mereka yang gw sebut 'soulmate'. sasha-Angga-Sam dan Edu, semua ber marga 'Infinity', semua saling tergila-gila, dan semua punya cita-cita yang sama. Suatu hari...(nggak boleh diumbar, takutnya nggak kejadian)...heuheu..mari kita semua berseru: "AMIN!"

Baca, band, Bali dancing, announcer, nonton, makan (sushi!), tidur, travelling, main internet, ngafe, romantis, kissing someone i love (hihi!)...masih banyak lah bukti-bukti lain betapa pembosannya gw tapi disaat yang sama tetap rajin menabung dan tetap setia...hihi...I will probably bored u with too much story about myself...So I'm gonna end this introduction right now...

Hei...I'm Kristy...:) Influenced by so many people...U2, Diana Krall, Coldplay and the worse: Family, Infinity & Friends