Saturday, March 31, 2007

"SANGAT PINTARRRR!"



Aku sedih karena aku tidak bisa ngomong sama kamu langsung waktu aku nangis sekarang ini. Bukan kamu yang ada di depanku tapi layar terang yang tak bersuara, apalagi memeluk dan bicara. Padahal cuma satu kalimat yang aku punya…

“Sayang, setiap kali kamu biarin alkohol bawa pergi kesadaran kamu, rasanya aku hampir mati tersiksa.”

Aku tidak bisa membantah kalimat lain yang bilang, “Suka-suka dia lah, dia kan manusia merdeka.”.

Aku juga tidak bisa menolak mentah-mentah kalimat lain lagi yang bertanya, “Apa kamu gila, mempercayakan hatimu pada orang yang tidak bisa mengontrol dirinya?”.

Aku cuma tahu aku cinta kamu, cinta.

Bagaimana aku tidak gila saat ini…? Kamu tadi berjanji, “Sayang malam ini aku pasti bisa mengontrol diri.”

…dan tak kamu tepati.

Aku mencoba jadi perempuan yang mengerti, tidak membatasi, tidak menggurui.Tapi melihat kamu dijajah sesuatu bukanlah hal yang mudah untuk diterima, kamu jadi sungguh terlihat bodoh, sayang…

Jadi tak BISAKAH KAMU MASUKAN ALKOHOL KE DALAM TUBUHMU DENGAN TAKARAN YANG PAS AJA???”

Stupid.

Friday, March 30, 2007

a letter to princess of innocent world


Putri mungil, apa sebetulnya yang kau cari? Jangan berkata cinta, karena padanya jelas tak ada. Jangan berkata bahagia karena dia takkan tahu artinya.

Sadarilah dia sudah tak ada, dia tinggal kenangan saja. Syukurilah dia sudah tak ada, dia tinggal kenangan saja. Luka-luka dan hati tersiksa sudah tak ada, tinggal kenangan saja. Dia sudah tak ada, dia tak seharusnya membuatmu berairmata. Kalau dengan ketiadaannya, dia masih bisa meraja, apa jadinya? Dia sudah tak ada, dia tak seharusnya membuatmu berairmata.

Putri mungil kamu pantas dapatkan cinta dan kamu pantas bahagia. Putri mungil kamu akan dapatkan cinta dan kamu akan bahagia.

Tapi langkah pertama, Putri mungil kamu harus memaafkan dia. Sejahatnya dia, seteganya dia, senistanya dia, bahkan sebelum dia meminta. Pelan dia akan menghilang dari malam-malam itu, pelan dia akan berhenti jadi bayang-bayang hantu.

Dan Putri mungil ingat saja setiap kamu lelah berkelana: Segelap-gelapnya langit, ada bintang-bintang setia yang jangan dilupakan begitu saja.

Wednesday, March 21, 2007

"kata-kata perusak malam"



kejora, ku kira perih takkan hampiri
di jalan ini, yang kau dan aku langkahi
kejora, selintas nyata bangunkan mimpi
padanyalah kau akan slalu kembali

kukira perih takkan hampiri
tapi aku sungguh tak yakin lagi
mungkin hati mulai hilang kendali...
mungkin sudah saatnya aku pergi...

::aku...ayo dong, cepat sembuhhh::

Tuesday, March 20, 2007

dear party girl...



Walaupun banyak yang ngatain muka gue jutek, semua orang yg kenal gue kaya nya tau kok, sebetulnya jutek bukan kata yang pas...Yang bener adalah gue cuma nggak suka basa-basi. Kalo pada dasarnya gue emang nggak bisa nyapa ya nggak bisa aja.
Apalagi kalo tu orang pernah gangguin (baca: seducing) adik gue sendiri dengan cara yang menurut gue NGGAK ADA KEREN2 NYA SAMA SEKALI. How am i suppose to make friend with someone who once easily threw herself to my most important man?
Jadi girl, kalo lo baca ini, mengertilah. Gue nggak benci sama lo, gue juga bukannya sombong atau jealous sama lo karena lo sering 'gangguin' cowok gue seperti yang lo kira (percayalah i'm not one of those, i would never be threatened by your type). Cuma daripada gue senyam-senyum sama lo padahal dalem ati gue bergidik, kan jadinya malah muna...ya kan? Jadi jangan riweuh lah, santai aja, gue nggak benci dan nggak akan ganggu lo kok.

ps: now that you know he is my brother, would you please keep your hands off him? Thanks before.

Monday, March 19, 2007

taking chances



You provoke me...

and i'm now back in that place
holding on to some promises
those that are delivered without words
those that took away all my logic thoughts

strange how it feels so right
and scary at the same time
i know i got that willing to fight
i'll be waiting for that moment to come

You provoke me...
But i guess it's just the way days should be...

Sunday, March 18, 2007

it all start from someone named: Me


...dan aku takkan tahu cara menyayangi yang lain sebelum kusayangi aku...
...dan aku takkan bisa membantu yang lain sebelum kumembantu aku...
...dan aku takkan bisa menolong yang lain sebelum kutolong diriku...
...juga betapa bodohnya mengira bisa melihat apa yang lain punya tanpa menyadari apa yang sudah jadi punyaku...
...dan aku akan tahu cara memaafkan yang lain saat aku sudah mampu memaafkan aku...
...lalu kan bisa mencintai yang lain setelah kubelajar mencintai aku...


c'est toi...



...ku rasakan hadirmu seperti senja
...kau tak panas, kau lembut menggoda
...terimakasih tuk sebuah perasaan lega
...yang akhirnya kumengerti karena kau ada
...pantas jiwa ini tak merasa gelisah
...pantas ku nikmati gelap yang indah
...yang akhirnya kumengerti karena kau ada...
...ternyata...

Saturday, March 17, 2007

being not too hard to myself, semalam saja :)


tidak kukira kan menikmati sepasang sinar itu
mungkin rintik-rintik sedikit membuatku gila
bukankah harusnya aku bisa tak terbang jauh
mungkin dingin malam yang bekukan logika

"sesuatu yang candu itu biasanya dosa"
peringatan keras tentang kebersamaan kita
"hati-hati disaat mulai terlalu tergoda"
waraskanlah lagi ku yang tampak sakit jiwa

miris tertulis baris-baris saling bertentang
benci masih membayang tapi aku terkadang..
...tak peduli lagi mana benar mana terlarang
...sedikit sentuhku dan dia teduhkan gersang

...mungkin bukan tuk waktu yang lama
...tapi takkan terlalu keras bertanya
...gelisahpun tak perlu pula rasanya
...karena aku bahagia
...karena aku bahagia
...karena aku bahagia


::gerimis manis tak berujung di suatu sore yang mendung, Bandung 2007, singkat, pekat, erat...semoga aku cepat sembuh::

Wednesday, March 14, 2007

if u never try, u'll never know

Cerita ini melibatkan seorang sahabat gw, tapi seperti biasa dia nggak mau namanya disebut...pastiii...jadi mari kita namain dia Lodeh. Don't ask me why, banyak pertimbangan kenapa gw milih nama itu, supaya nggak ada yang kesepet adalah satu diantaranya. Nah si Lodeh sekarang lagi deket-nyaris pacaran-sama seorang cewek bernama...hmm...siapa ya? Chilli. Yes, namanya Chilli. Kenapa? Karena dia packingnya bagus dan tapi, katanya, dalemnya pedes, persis kaya cabe!

Hee...yang terakhir itu bisa diterjemahkan jadi: cantik tapi brengsek, lucu tapi player, enak diliat tapi jahat. Reputasi itu yang bikin Lodeh ngamuk-ngamuk malam kemarin sampe walk-out dari suatu bar karena bt denger cewek incarannya digosipin. Later dia bilang sama gw: "Sebel gue kaya nya semua orang yang tau gue lagi deket sama Chilli komentarnya sama semua...Ati-ati ya bo, dia kan player..."

Usut punya usut ternyata player yang kalo di break-down bisa berarti banyak itu dalam kasusnya Chilli adalah player dalam bentuk pemorotan. Chilli terkenal dengan metode 'ngeladenin-jadian-porotin-tinggalin' nya. Para korban biasanya adalah cowok-cowok A class yang banyak duit dan banyak gaya. You know kan, mereka-mereka yang merupakan bukti nyata kalau selain can't buy you love, money also can't buy you brain nor make you smart.

Lodeh bertanya pada si gw: "Menurut lo gimana Kris? Should i stop?"
Kristy bertanya balik pada si Lodeh: "Emang siapa aja sih 'korban'nya?"
Lodeh menyebutkan sederetan nama yang membuat si gw kembali menemukan kesamaan para korban nya Chilli: b r e n g s e k
Bersuaralah si gw akhirnya: "Emang menurut lo Chilli salah ya?"
Lodeh: "Yaaa..."
Kristy ketawa ngedenger erangan putus asa lodeh.
Lodeh: "Kok ketawa sih lo?"
Kristy yang kebetulan kenal sama Chilli selewat dan tau kalau Chilli emang punya modal untuk menjadi perempuan seperti itu menjawab: "Nggak...Inget Chilli aja gue.."
Lodeh: "Kenapa malah ketawa?"
Kristy: "Kenapa kalo cowok bereputasi player tu kesannya cool sementara kalo cewek malah berkesan hina, ya?"
Lodeh diem.
Kristy: "Coba lo inget-inget lagi nama korbannya Chilli yang lo sebutin tadi, setau gue kelakuan mereka udah jauh lebih parah dari Chilli, ya kan?"

...dengan kata lain, mereka pantes-pantes aja digituin, belum seberapa kok dibandingin apa yang udah mereka lakuin sama cewek-cewek lain. Kedua, dalam hal merugikan-dirugikan seperti sebuah lagu lama pernah bilang: 'all is fair in love'.
Kenapa sih cowok2 itu perlu ribut soal diporotin sama Chilli trus ditinggalin? Sebetulnya kan kalo mereka nolak permintaan Chilli kan nggak akan ada masalah juga, paling diputusin. Kalo diputusin gitu kan mereka rugi apa sih? Bukannya cowok kaya mereka bisa dapetin cewek in a minute? Tapi masalahnya adalah mereka memilih untuk tetep ngasih (intentionnya apa, hanya dia dan Tuhan yang tau), dan itu berarti mereka ambil segala resiko yang ada termasuk ditinggalin kan? Tentu aja lebih sering mereka nggak terkena resiko itu karena ke'ahli'an mereka jadi cowok brengsek. Tapi dalam kasus Chilli, sorry man resiko terjadi dengan telak pada lo. Kenyataan bahwa mereka adalah gamer sejati and as we know, they hate to loose, membuat mereka 'membalas' dengan cara menyebarkan cerita jelek tentang Chilli kemana-mana.
Gila ya, dalam hal ini ternyata kelakuan cowok dan cewek nggak ada bedanya sama sekali...begitu disakitin langsung deh jadi drama-queen dan membuat diri mereka jadi korban supaya dapet simpati masyarakat. Well gw cuma punya satu line buat mereka: "Boy, resiko terburuk itu harusnya udah lo pikirin dari awal, termasuk resiko bahwa lo kalah dan dipermalukan...jadi plis lah, be a gentleman dan jangan cengeng!"

(kalimat ini pernah gw pake buat temen gw yang mau aborsi waktu mendapati dirinya hamil di luar nikah. Jadi jangan bilang gw memihak gender manapun dengan tulisan ini, girls/boys sama aja)

Kenyataanya adalah waktu kita mutusin untuk memulai suatu 'story' sama seseorang, kita dan si seseorang sama-sama nanggung resiko: bahwa pasangan kita itu brengsek, nggak punya manner, nggak setia, bodoh, sakit jiwa, matre, bad kisser dan lain-lain.
Probabilitasnya sama besar buat kedua belah pihak dan waktulah yang akan nentuin siapa yang cukup beruntung dan siapa yang lagi apes. And by that time, ya dua-duanya harus fair dong, sedih boleh, tapi jangan manja dan ngeluh sambil nggak mau ninggalin. Kalo nggak suka ya tinggalin, kalo nggak mau tinggalin ya jangan ngeluh!

Takut?
Wajar, udah banyak juga case orang2 yang memutuskan untuk nggak nyoba dan ngambil resiko2 itu.
Pertanyaannya, are those kind of people really are free?

Nggak.
Kenyataanya adalah waktu kita mutusin untuk tidak memulai suatu 'story' sama seseorang, kita juga nanggung resiko: kehilangan seseorang yang sebetulnya sangat baik, sangat pengertian, sangat sayangs ama kita, sangat setia, sangat bisa diandalkan, sangat pinter, sangat romantis, good kisser dan lain-lain.
Probabilitasnya sama besar dengan resiko-resiko buruk dan kalau udah mengingat-ngingat ini, rasanya takut juga kehilangan resiko2 baik yang lebih enak disebut 'kesempatan'. Waktulah yang bakal nentuin apa kita cukup beruntung atau nggak. Mungkin akan butuh waktu lama, tapi seperti Coldplay pernah bilang: "if u never try u'll never know" kan?
Rasanya udah terlalu jauh melenceng...Sementara gw ngetik semua ini di communicator gw, si Lodeh udah manyun dan semakin manyun. Gw tau dia bingung antara mau menghindari resiko dan membuang kesempatan atau mengambil kesempatan sekaligus resikonya?
Menghindari resiko dimatrein sama Chilli sekaligus membuang kesempatan bahwa mungkin aja Chillii nggak seburuk yang dia denger. Atau dia mau ambil kesempatan untuk bersama Chilli yang mungkin aja sebetulnya baik dan nggak punya bad intention sama dia sekaligus ngambil resiko bahwa gosip2 itu 100% benar?

Gw ngejitak kepala Lodeh sambil bilang,"Say it with me Lodeh manis..."

"If u never try u'll never know.."

After all, berprasangka baik kemudian kecewa masih lebih baik daripada berprasangaka buruk dan mendapati prasangka itu salah. Kemungkinan terburuk kan kecewa juga, sama. Jadi kenapa mesti buang waktu ber negative thinking dan nambahin kerut2 yang bikin penuaan dini?

Mendingan juga waktu bernegative thinking kita subtitute dengan berpositive thinking jadi walaupun sesekali kita sial dan kecewa, paling nggak kerutan penuaan dini yang terjadi nggak akan terlalu dalam.

...and please be fair. Terlepas dari lo cewek atau cowok, kita punya kans yang sama buat dirugiin atau ngerugiin. Semuanya sama-sama punya pilihan kok, just chose wisely...And keep this in mind: It's our choice. jadi jangan salahin siapapun kalau ternyata pilihan kita salah. The best thing to do is learn not to make the same mistake.

Tuesday, March 06, 2007

drunken bull-shitter


he said "I can't stop thinking about u, i don't wanna loose u, i love u..."
she think "If u did nothing wrong, why did that line cross your mind?"
he said "Don't change, i won't be able to stand it."
she think "I won't. I'm still hating u inside-out...and you're just too stupid to compete me."

...so don't even try.

Monday, March 05, 2007

pelajaran cinta


Hari ini aku melihat cinta lama yang dunia kira sudah tak ada...bertemu lagi.
Hari ini aku merasakan hangat yang kukira sudah lama tamat...terasa lagi.
Hari ini aku merasakan sesal untuk hal-hal bodoh yang memisahkan mereka, terasa semakin bodoh.
Hari ini aku merasakan nada-nada yang dengan tegas menyatakan "Kita seharusnya tetap bersama"
tiga kali tiga ratus enampuluh lima hari rasanya sudah cukup membuktikan, apa yang dimiliki, terlalu agung tuk berakhir begitu saja.
Bahkan aku yang tak terlibat didalamnya, sangat setuju.
bahkan aku yang hanya melihat saja, sangat setuju.
Kalian seharusnya bersama, bersyukurlah karena memilikinya, sesuatu yang satu diantara sejuta.
Pelajaran cinta...pelajaran cinta...pelajaran cinta....
Pelajaran cinta yang sungguh-sungguh berharga...

::JavaJazz Festival 2007, sehabis si kristy nonton the Groove yang yang tampil lengkap tuk pertama kalinya after all this 3 years::