Monday, October 24, 2011

Aneh.


Hanya dari jauh selalu baru kulihat kerlipan tajam di sudut sana
Sepersekian detik nyala dalam semua warna yang lebih baik dari luar biasa
Sepersekian detik mimpi yang menyata tanpa imbalan apa-apa
Hangat yang rendah hati dan pengertian yang tak kenal paksa

Bukankah kata-kata yang tercinta, justru tak terlalu perlu saat kau aku bersama?
Bukankah belum ada potongan sastra yang seindah taut kedua lengan kita?
Diam-mu itulah yang tak tergantikan, kemanapun ku mencari
Obrolan santai tanpa obsesi, di balik dinding berlapis sunyi penuh arti

Berteman dua cangkir embun pagi.
... Dan sepotong kue kopi.

Thursday, October 06, 2011

Puber kedua.

Bukan alasan yang cukup bagus untuk tidak menghormati lagi pasangan yang resminya masih berstatus "pasangan hidup". Saya memang belum menikah, jadi sebagian orang mungkin akan bilang bahwa saya tidak pantas berkomentar. Tapi karena ini blog saya, ya suka-suka saya lah ya mau komentar tentang apapun.

Ya, cinta berkembang. Ada segelintir pasangan yang beruntung dan tetap tergila-gila satu sama lain seumur hidup mereka. Ada yang berubah menjadi sepasang sahabat. Ada yang mengalami pasang surut yang esktrim sampai mengalami masalah penuaan dini dan darah tinggi. Ada juga yang berakhir dalam hidup monoton tanpa excitement: terbangun, menjalani hari, dan tidur bersama orang yang sudah tak lagi dicintai.

All is fair in love, kata pepatah lama. Saya setuju. Kita tidak bisa memanipulasi hati, memang. Sah-sah saja untuk kita berhenti cinta, bahkan meninggalkan orang yang sudah tak lagi kita cinta. Mau tetap bersama walau tanpa cintapun tidak masalah, toh setiap orang punya pertimbangan masing-masing.

Tapi untuk menghargai pasangan kita, itu cerita lain lagi. Bagaimanapun perasaan kita, pada orang itulah kita sudah sekian lama berbagi hidup. Bukan hanya kita mencintai, mengurus, mempercayai dan belajar memahami orang ini, tapi kita juga dicintai, diurus, dipercaya dan dipahami olehnya.

Ngapain nikah dan membangun keluarga sama seseorang kalau ujung-ujungnya bicara nggak pantes mengenai orang tersebut?

You've stopped loving the person, I don't care. You wanna go hump around with anyone who's stupid enough to say 'yes' and endure the risk of STDs, I think it makes you a douchebag but whatever.

What I wish I never heard is how you disrespect the person who has been with you all these times ... Bragging how lame the sex is, really?

Maybe it's not your spouse, maybe it's YOU.


Saturday, October 01, 2011

Not That Strong

Mimpi.
Cita-cita.
Janji.
Segalanya.

Hidup kau bisa begini sulit dimengerti, begini sulit dipahami. Bahkan setelah perjalanan ke masa depan dimana katanya semua rangkaian kisah berubah eksplisit. Tak lagi rumit.

Hati dan diri tak pernah cukup kuat ternyata. Untuk mimpi, cita-cita, janji, segalanya. Apalagi untuk mengurai "kita," tuk kembalikan "k" "i" "t" dan "a"ke luar sana. Merelakan yang dulunya rencana, yang kini hanya berupa ide saja.


It takes a lot to forgive life. For those shattered dreams. For those unanswered questions.

And I'm probably not that strong.