Sunday, December 24, 2006

addicted to the end

sekali demi sekali aku mencoba mengerti, dan berkali demi berkali merasa ngeri. 24 kali sudah 12 itu berputar, bukankah seharusnya kusudah mulai ahli? Tapi ternyata hari ini aku masih sama seperti bayi...Merasa tersesat dan sangat sepi. Merasa sangat bodoh juga tentunya, sambil tak lupa bertanya-tanya.

Bagaimana bisa ada masa dimana tak kuingat pertanyaan2 ini?

Mungkin waktu aku mati nanti...

(no, no...bukan ingin bunuh diri, hanya sudah bosan menanti jawaban yang tak juga pasti, paling tidak kalau memang terjadi, kudapat jawaban yang kucari, kan hari itu takkan terlalu kelabu lagi?)

Ah, kukira itu sudah kalimat paling gila yang tertulis besar-besar di benakku.
Tapi coba tebak....ternyata otak skeptis sinis sialan ini masih punya sesuatu...
Segar dan pahit, tapi seperti juga hidup, tanpanya mungkin ku mati kutu
Mengejutkan, sekaligus menakutkan, tapi aku ketagihan seperti mencandu

Katanya: "Yaela, bagus kalau emang lo nemu jawabannya pas mati...Kalo nggak?"

Nah lho...

(...semakin yakin aku bukan hanya untukku, juga bukan hanya untuk siapa-siapa. Tidak ada kata 'hanya' yang sejajar dengan 'untuk' selama berkaitan dengan 'aku'. Hidupku seharusnya kuabdikan untuk 'mereka')

i still smile when i think of u

...Entah apa yang mengantarku membaca lagi semua perkataanmu. Berusaha memahami lagi apa yang kau sampaikan padaku. Berusaha mengerti lagi apa yang kukira sudah kumengerti berminggu-minggu yang lalu. Bertanya lagi pada cermin benarkah langkah yang kubiarkan terjadi, membiarkan jarak itu antara kau dan aku.

...Tanpa kutau sebabnya kau punya tempat yang tinggi dihatiku. Bahkan sebelum kausampaikan kalimat-kalimat indahmu, tatapan menyesatkanmu, dan kenangan tak terdugamu. Aku selalu tahu kau tidak sama dengan mereka, setidaknya untukku.

...Lucu bagaimana semua itu hanya bisa kusampaikan dengan membisu. Bahwa kau begitu indah dengan kesederhanaanmu, hanya hatiku yang tahu. Bahkan kedua telinga ini tidak pernah mendengar tentangmu, dan mataku baru sekarang melihat kejujuran ini berbentuk nyata.

...Kalimatmu sering menyesatkanku. Kadang aku ada di tempat yang indah, tapi datang kalimatmu berikutnya, dan di kerjapan mataku setelah itu, aku ada di neraka.

...Itu untukku..itu bukan untukku...Dia untukku...dia bukan untukku...

-aku tidak peduli lagi kini apakah itu aku atau itu bukan aku...tapi aku yakin pasti itu kamu, the love of my night*kekasih malamku-

...Aku tidak suka neraka, karena itu walaupun kubilang aku percaya...
...Baru saja aku menulis bahwa aku merasa tolol karena...Itu bukan untukmu, kok...
...strange, aku merasa sedang memerlukan kamu, dalam bentuk apapun itu...tapi, terutama, kata2mu yang sering menemaniku di beberapa gelap yang terlalu sunyi...
...Pikiran2 ini sering membuatku lelah, walaupun jelas mereka juga yang tetap membuatku hidup...
...Dan sejujurnya, satu orang yang masih mengingat jelas garis pipiku 6 tahun yang lalulah yang membuatku tetap berpijak...
...tak banyak yang kuminta, aku hanya ingin kamu tahu...
...aku percaya, dan semoga begitupun kamu...

bonne nuit,

"trust"

Jakarta yang abu-abu dan basah dan sepi.

Kopi tidak seajaib sihir sih...but for this cloudy afternoon, it works.

(info kopi: Illy @Bakerzin cafe....satu cangkir cappucino plus dua sachet equal...Hm...Mantap!!Bisa beli yang kalengan juga buat dibawa pulang, 90 rb aja...,red.)

Setelah beberapa minggu mencoba jadi seorang perempuan yang 'percaya', tiba-tiba belakangan ini kata itu menjadi sangat absurd. Absurd, mahal, dan berlebihan. Nggak ada yang pantes kecuali The Lord to be in the same line with the word 'trust'.

I know...u must be saying: "Come on Kris, lo mesti percaya...."

Lalu diteruskan dengan line-line dan quote-quote romantis tentang hal itu yang namanya tak boleh disebutkan...Yeah, for me It's just as stupid as Voldemort.

I mean, please! Berapa minggu dong gw mencoba jadi that kind of girl dan hari ini gw merasa sangat tolol. Pada kenyataannya 'itu' cuma buat dirasain kan, bukan buat dipercaya. Daripada-daripada lah...

I'm throwing that word away today. I mean it.

Saturday, December 23, 2006

terjun bebas

aku sulit menerima bahwa memang akan seberat itu
ternyata yang indah bisa saja suatu saat membuat lelah
juga takkan bertahan bila yang dimiliki begitu lemah
meminta bukti bahwa pantas diperjuangkanlah sang kisah

...mahal juga ya ternyata harga sebelah jiwa....

(sebelah aja mahal, apalagi yang utuh,kris...:p)

Friday, December 22, 2006

dear K...


Tadi malem beresin kamar dan nemuin surat lama yang udah rikes-rikes ketimpa tumpukan tugas dan skripsi...

Trus jadi yang kembali ke masa lalu gitu lah, ke suatu masa dimana ada suatu pria yang mungkin nggak sadar kalau nggak ada dia, nggak mungkin hati jadi sekuat sekarang. Suratnya ditulis diatas kertas bergaris dari map dengan tulisan tangan yang miring tapi tegas...

...Intinya dia khawatir, tapi juga nggak mau jadi terlalu bawel. Dia bilang perhatiinlah diri sendiri, bawah mata udah bengkak gitu, trus belakangan sering sakit kepala, kan?

Waktu itu dia lagi dalam perjalanan ngurus kerjaannya, dan tampak kekhawatirannya berlipat karena itu berarti dia nggak ada disisi buat jagain. Nggak bisa bawain chocolate truffle kalau mood tiba-tiba ngaco, nggak bisa menemani nonton Diana Krall life in Paris dikala gerimis, nggak bisa memeluk dan menenangkan waktu tangis meledak gara-gara loading kerja yang kelewatan...

Sweet...:)

Your old letter made my day, Green Lantern...

the village

Mencarimu seperti menanti bintang jatuh


... dan anehnya ku belum juga jenuh.

Tak disini, yang pasti, entah dimana sosokmu
Kamu harus kembali, kesini, dekatku

damn it... i miss you!!

Thursday, December 21, 2006

the next big thing after love: understanding

"Ini e-mail terakhirku, aku cape. Nggak tau apa lagi harus aku buat supaya kamu mau sekali, SEKALI aja, bales e-mailku, smsku, telefonku...Sebegitu udah nggak ada lagikah kesempatan buat aku? Nggak bisakah kamu percaya sama aku dan coba sekali lagi aja? Kaya nya kamu emang udah nggak mau lagi ada di hidupku ya?"

bahwa aku menghargaimu, lewat pesan-pesan tak terbalas itu
bahwa aku menghargaimu, mempercayaimu seperti yang kau mau
bahwa aku menghargaimu, meski mungkin kau tak pernah tahu
bahwa aku mementingkanmu, meski akhirnya kita tak jadi satu

gambar yang kau punya tentangku, biarkanlah tetap disana
mimpi yang hadir tentang kita, tetaplah memilikinya
Dengan cara yang kumampu, takkan lelah ku menemanimu
Indahkan sudut tak terlihat hidupmu dan selamanya ada disitu

I can't stop loving u, it's true.
I wanna believe in u, it's true.
I wanna be there for u, 4ever, it's true.
I still dream about us, it's true.

Tapi itulah hidup, ada bagian yang nggak bisa berubah, kemanapun aku berlari, bagaimanapun kerasnya aku mencoba. Aku nggak minta kamu mengertikan aku, walaupun aku mengertikan kamu. Mengertikanmu bukanlah sesuatu yang kuharapkan akan berbalas.

Tapi semoga ini bisa sedikit membuatmu mau, seperti juga aku, mulai mengerti sesuatu bernama...

c i n t a
yang pernah membersamakan kita
yang juga akhirnya menjauhkan kita
dan yang semoga akan tetap mendewasakan kita
...itu saja.

Thursday, December 14, 2006

to respect ourself more


Satu buku yang walaupun belum juga selesai gw baca (Sandi buku gw manaaaa.....) tapi sudah menorehkan (halah,menorehkaaaannnn) kesan yang begitu dalam adalah salah satu buku karangan Karen Armstrong. Buku yang buset dah beratnya minta ampun, tapi sangat berhasil membuat gw semakin mengagumi dengan tulus seorang cowok idola gw.

Banyak banget isinya, nggak usah gw ceritain satu-satu, tapi lewat referensi yang membuat daftar pustakanya memakan seperempat bagian dari buku itu, sejarah detail tentang beliau, mengantar gw mengenal beliau lebih jauh.

Seperti yang bisa dilihat dari tulisan-tulisan gw, gw selalu suka love story, gitu juga love story beliaul dengan istri pertamanya. Kenyataan bahwa beliau selalu menjadi partner yang baik buat sang istri pertama itu luar biasa buat gw. Membaca cerita tentang mereka gw jadi semakin yakin sama konsep cinta dan soulmate buat gw: harus dicinta, dijaga, dihargai, dan...hanya satu.

Sikap beliau ditahun dimana akhirnya sang istri pertama berpulang adalah pernyataan cinta dan setia yang agung, lebih dari sekedar kalimat apapun yang pernah gw denger. Perkara sesudahnya beliau menikah lagi, untuk niat yang (kalau orang ini sih gw percaya) baik, disesuaikan dengan kondisi waktu itu...Nggak matahin kenyataan bahwa istrinya yang pertama ya cuma satu, cintanya ya cuma satu, setia nya ya cuma buat satu orang.

Ngerti nggak? Jadi gw bukan nya usil atau apa, gw cuma kecewa ada aja orang yang nggak sadar dia itu panutan banyak orang, nggak bisa seenaknya. Idola gw itu aja nggak pernah nyakitin perasaan perempuan yang udah dampingin dia dari sejak dia belum jadi siapa-siapa sampai dia jadi seseorang...

Kalau mau hindarkan zinah, ya gampang kan, nggak usah dilakuin aja, susah amat. Kadang2 gw suka nggak ngerti sama orang yang kalah sama nafsu 'begituan', nggak malu apa? Maaaaan!! Kita ni terpelajaaarrrrr!!! Lagipula, mestinya kan situ udah ahli nahan nafsu, isn't it what u kept talking about in the old days, Mister?

Kaya nya agak telat reaksi gw, tadinya gw nggak mau komentar soal ini, cuma akhirnya gw miris aja. Kemunduran moral (dalam hal punya istri banyak) pria-pria udah cukup parah, nggak harus diperparah dengan ikut nya seorang tokoh berlaku sespektakuler ini kan?

...nggak bisakah dia menjadi panutan yang normal? Yang pinter? Yang tahu betul tentang isi buku yang sering dikutip itu? Yang melihat isi buku itu sebagai suatu kesatuan yang utuh dan dihayati artinya dan bukan cuma diartikan secara harfiah?

...dan para cewek,termasuk gw... nggak bisakah JUJUR dalam merasa? Nggak usah takut dijudge nggak soleh, itu urusan masing2 pribadi sama Tuhan. Kita emang nggak boleh sombong, tapi kita juga nggak boleh munafik, kan?

Yang akan ngajarin orang sekeliling kita cara menghargai kita adalah kita sendiri. Emang kalau bukan kita, siapa lagi? Suami?

Heuheu...kapaaaannn kaliiii...

:)

mencari kejora

Biarkan aku melihat hatimu, yang kuyakin tak beku
Aku tak boleh memeluk atau menyentuh, aku mengerti
Tak kunanti alasanmu, karena bukan itu yang ku perlu
Ku hanya minta satu, kau juga mau sedikit memahami aku

Aku memanggil kamu yang menjanjikan keteduhan
Janjimu sampai padaku, meski rencanamu tak begitu
Kapanpun ku perlu, denganmulah ku akan aman
Jadi buatlah kupercaya, biarkanku selami dua sinarmu

(...membuka halamannya, tak kutemui mata yang kucari
...semoga dia tak terlalu lama sembunyi)

Tuesday, December 12, 2006

SHANTAIIIIIII!!!!!!!!!!!!!!

Semua orang di hidup gw juga tahu, i'm living my life productively...Mereka juga-harusnya- tau, gw suka kalau ada yg ngasih feedback untuk pemikiran gw, tapi gw nggak suka dijudge gara2 pemikiran gw. Apa yang gw tulis itu buat dibaca, kalo mau, kalo nggak ya nggak usah...Dan bukan buat disimpulkan. Kalau gw tulis pendapat gw tentang sesuatu ya udah, itu pendapat gw, nggak usah sewot dan jadi nuduh gw segitu kurang kerjaannya dan mikirin cinta.

Lagian kalo gw mikirin cinta EMANG NAPA???

...otak otak gw, hidup hidup gw, pikiran pikiran gw...

sHantHai dong

Monday, December 11, 2006

nggak ada apa-apa, kok...

kadang hanya ingin memanggilmu saja...

kamu selalu bisa membuatku menangis...
sekaligus bahagia dengan semua kesederhanaanmu.
kamu selalu bisa membuatku bahagia...
sekaligus menangis dengan semua keajaibanmu.
Don't know how to explain what i feel...I just still care about u...

sunlights...
stars...
raindrops...

...that much.
I still care about u that much.


nggak usah sok push-up deh..:)

Sunday, December 03, 2006

twentysomething men

Biar gw kasih tau ya, line favorit mereka adalah: "Aku bukan pengen pacaran sama kamu, aku pengen nikah sama kamu, aku serius."

Well, tentunya dalam berbagai versi, yang intinya adalah sama: Membuat kita tersanjung dan merasa sangat istimewa karena mereka menganggap kita adalah 'wife material'.Somehow they're getting smarter, girls. Mereka (kira mereka) tahu sekali apa yang ada didalam pikiran kita: kekhawatiran tentang pernikahan-slash-rasa lelah luar biasa karena terus menerus dibombardir pertanyaan 'kapan nikah' oleh keluarga besar setiap kali ada pertemuan rutin. Dua hal itu walaupun tampak sepele, sebetulnya berbahaya karena bisa membuat kita saking lelahnya, jadi agak gila, lalu terintimidasi dan memutuskan bahwa memang sudah waktunya nikah (dengan siapapun itu yang mau serius menikahi kita).

Padahal cobalah berhenti mabuk karena tersanjung, buka mata dan telinga lebar-lebar, lalu gunakan akal sehat kita yang sering terabaikan begitu mahluk berjudul 'lawan jenis' itu muncul dihadapan kita. Kalau gw sih langsung teringat masa-masa dimana mereka dengan gobloknya jealous waktu gw ngomongin cowok lain sedikiiit sementara mereka bebas ngomongin cewek lain sampe bershift-shift, betapa mereka bisa ngambek kalau gw kelamaan dandan (10 MENIT! come on, man...it's not even an hour!!) sementara untuk games dan mobilnya gw harus bersabar nunggu berjam-jam, betapa mereka bisa ribut soal sms mereka yang nggak dibales tapi bisa dengan teganya neglemparin kado yang gw cari dengan susah payah selama berjam-jam gitu aja ke jalanan didepan mata gw, betapa mereka ngomong kalo mereka akan nunggu gw 'selamanya' tapi cuma dalam dua tahun mereka ternyata udah nemuin pengganti yang btw sangat insecure sehingga bolak-balik ngecekin fs gw mulu (plis deh, have some selfrespect), betapa mereka SELALU insecure tentang temen-temen cowok gw tapi dengan tenang tidak mengakui bahwa gw adalah pacarnya waktu dia ada di lingkungan yang menurutnya 'seru'...takut pasaran turun YA MAS???

Menyedihkan tau nggak...padahal gw aja ngaku punya pacar...
nggak
p e r n a h
takut
...terjadinya perubahan yang berarti pada nilai saham gw.

All i'm saying is...Gw nggak bangga dengan adanya beberapa orang yang ngomongin pengen nikah sama gw itu...Coz none of them really knows what they're talking about. Dengan egoisnya mereka cuma ngerasa dikejar umur dan sok iye ngomongin pernikahan. Let me tell u something guys: PERNIKAHAN BUKAN GAMES DAN BUKAN JUGA SESUATU YANG 'SERU' BUAT COBA-COBA!!!!

Brengsek...itu tentang komitmen seumur hidup yang nggak akan bisa lo penuhin, nggak akan bisa cuma lo ngertiin kalo bahkan nepatin janji lo untuk dateng nemuin gw dan membicarakan masalah lo sama gw baik-baik aja nggak bisa (While it wasn't me who said 'really need to talk')

Just stop talking shit and do the real thing, u childish selfish crazy creatures.


Ini 2006, cewek udah nggak se naif itu.

Paling nggak gw: KRISTY, nggak senaif itu.

Kalo emang mau ngebodo-bodo in gw, carilah yang lebih mutu. Jangan yang kacangan...

B A S I.