Tuesday, April 24, 2007

pagi basah yang indah

Benar apa yang mereka bilang. Kita perlu keluar lingkaran, supaya bisa melihat jelas, apa yang ada didalamnya. Aku perlu keluardari apa yang kita punya, tuk bisa melihat siapa kamu sebetulnya. Lebih dari 12 purnama aku mencoba mengerti keras hatimu, menahan perih karena tatap dinginmu, memaksa diri tetap waras setiap kali kamu membisu. Juga kunikmati genggaman hangatmu, pelukan terbaikmu, dan semua ciuman itu yang selalu membuatku membatin. "Ah, aku mencintainya."

Seperti biasa kemudian sisi pendiamku yang diam-diam berbahaya itu tiba-tiba berkata pelan, "Sebegitu cintanya kamu pada dia...Sepertinya kamu sudah tidak bisa hidup tanpa dia."

Sisi yang dominan ini melotot marah, harga diri terganggu, "MAKSUD LO?"

...

Percuma si diam sudah tidur.

Mulailah aku terhantui semua bayangan negatif tentangmu. Aku lama-lama hanya mengingat aku mencoba mengerti keras hatimu, menahan perih karena tatap dinginmu, memaksa diri tetap waras setiap kali kamu membisu dan melupakan genggaman hangatmu, pelukan terbaikmu, dan semua ciuman itu yang selalu membuatku membatin. "Ah, aku mencintainya."

Begitulah aku terus-terusan berkata bahwa aku tidak mau dikalahkan kamu. Lalu aku pergi, aku berlalu. Kamu tersakiti, sempat menunggu. Lalu aku tetap menjauh, dan akhirnya begitupun kamu. Aku tidak dikalahkan olehmu kekasih hati, tapi aku dikalahkan gengsi dan harga diriku sendiri.

Tiba-tiba saja aku sudah ada di luar lingkaran kita, tempatku berdiri sekarang bernama Masa Kini.

Dan aku bisa melihat dengan lebih jelas...sangat jelas...siapa kamu sebetulnya.

Satu dari sedikit orang yang bisa kupercaya, sampai kapanpun. Satu dari sedikit orang yang t i d a k p a n t a s tersakiti oleh siapapun, jadi semoga dunia membalasmu dengan kebahagiaan tanpa akhir, hai kamu yang istimewa. Aku tidak menyesal pergi, tapi kalau waktu berputar lagi, percayalah ini takkan terjadi.

Tapi...kalau ini tak terjadi, mungkin aku takkan pernah mengerti betapa beruntungnya aku pernah memiliki hari bertemankanmu bunga mimpi.

Happy belated birthday, boy.

Thursday, April 19, 2007

chaotic

Kamu.
Iya, kamu yang sudah berlalu bertahun-tahun lamanya. Yang pernah, tapi sudah tidak, kucintai sebenar-benarnya. Yang terakhir merasakan seperti apa seorang Kristy yang 'optimist in love'. Yang terakhir merasakan seperti apa bersama seorang Kristy yang masih punya option 'berkorban demi cinta' di hidupnya.

Kamu.
Orang terakhir yang menemui dia. Kristy yang itu. Yang berani, yang percaya. Yang tidak menyerah-malah menolak kalah. Kristy yang sudah lama pergi, tidak kembali, malah mungkin dia mati.

Kamu.
Kamu harus tahu. Aku meninggalkan laki-laki itu, terbaik yang pernah ada di muka bumi. Laki-laki yang paling menyayangi dan melindungi aku bahkan sampai hari ini. Setelah semua yang terjadi. Setelah semua yang padanya kubiarkan terjadi. Laki-laki terbaik yang sudah melakukan jutaan hal sempurna, berusaha membuatku percaya. Kamu tau apa yang dia dapat sebagai balasnya? Suatu hari entah kenapa aku mulai punya bayangan 'seperti apa rasanya kalau dia juga menyakitiku'. Aku ketakutan, dihantui, diteror, siang malam. Di hari-hari juga di mimpi-mimpi. Lalu begitulah, aku pergi. Aku pergi sebelum dia pergi. Karena dia jauh lebih baik darimu, aku tau kalau dia sampai menyakiti, sakitku akan berkali-kali lipat dibandingkan yang disebabkanmu dulu itu.


Kamu.
Kamu harus tahu. Aku bersama laki-laki ini yang menyayangiku sebaik yang dia bisa. Dia sedikit menyakitiku, tak sengaja. Dia memperbaikinya, tapi ku tak bisa lupa. Ada ide gila dalam kepala: Ah, dia juga sama saja. Dari hal-hal baik yang dia coba berikan, aku justru paling ingat saat2 dimana dia sepertinya tidak jujur padaku. Menangis-nangis marah, kecewa, menderita tapi tidak membicarakan itu dengannya. Kenapa? Percuma : kata ide gila dalam kepalA.

Padahal siapa bilang laki-laki itu akan pergi?

Padahal kata siapa laki-laki ini sama saja?

Seorang perempuan 21 tahun yang putus asa dalam diriku yang terus mengatakannya.

Kamu.

Kamu harus tahu. Perempuan 21 tahun itu sekarat tak berkesudahan. Air matanya tidak berhenti sejak hari dulu itu waktu dia tahu dia bukan ‘satu-satunya’ di hidupmu, tapi ‘satu dari tiga’. Dia terus terisak sambil memperingatkan siapa saja yang bisa: “hati-hati, mereka semua sama.”

Dialah pembuat Kristy yang 'optimist in love' dan masih punya option 'berkorban demi cinta' di hidupnya jadi marah dan pergi … tidak kembali, malah mungkin dia mati.

Kamu.

Kamu.

Kamu.

Kamu tahu aku bukan tipe orang yang menyesali masa lalu. Aku mensyukuri keberadaan mereka. Rasanya semua sudah kulewati dengan sebaik-baiknya. Kalaupun ada yang menawarkan kembali ke masa lalu, aku kemungkinan besar takkan mau.

Kecuali.

Kalau saja aku tahu bahwa akan begini jadinya, takkan kuturuti permintaanmu sebagai seniorku dulu untuk memijat bahumu

Jujur saja, kalau untuk itu: Aku menyesal.

Aku bukan menyalahkanmu untuk seorang aku yang complicated sekarang ini.

Aku hanya ingin kamu tahu, kamu punya andil besar dalam menghancurkan aku.

Luar biasa memang…keparat!

Monday, April 16, 2007

home...with the bitter yet sweet reality, cruel yet lovely paints for me

Pulang dan menemuimu lagi, hidupku. Menerima semua baik dan burukmu, semua senang dan susahmu, belajar tentang keadilan dan cinta...darimu. Kemarin tanggamu curam, tapi cuaca sebetulnya tidak terlalu buruk. Aku tau tak selamanya matahari menjadi keberuntunganku. Tapi betapapun, aku bisa berdiri di dalam mu lah yang berarti. Membiarkanku jadi bagianmu dan membiarkanmu jadi bagianku, dan mengertimu sampai habis nafasku nanti. Kamu dan aku yang selalu satu...

...hingga akhir waktu

Wednesday, April 11, 2007

safety net

….Hehe, makanya pikir baek2 sebelum memutuskan mau ttm atau hti atau apapun itu namanya, sometimes it could be even harder than having the real relationship itself lho…:p

::drfeelgoodardan.blogspot.com::

Monday, April 09, 2007

kunang-kunang


Berhasil lagi kau hangatkan malam yang harus terlewati sendiri. Entah apa yang mengantarku mencari dan menemukanmu. Selalu pada saat yang tepat. Selalu terasa dekat. Kuingat lagi banyak sekali kata 'entah' tertulis jika aku bicara pada/tentang kamu. Sejujurnya aku tidak pernah punya alasan, aku tidak pernah punya tujuan. Aku hanya tiba disana dan begitu saja kita berjumpa. Dalam suatu atmosphere istimewa yang mungkin kuncinya hanya kita yang punya.

Superstitious...
Tenang membius...

Mengertilah "tak perlu kau balas ini" bukan berarti buruk, tapi justru karena aku tahu dan percaya bahwa kamu ada, bahkan tanpa kamu perlu berkata apa-apa. Dan sudah lama aku tidak menggunakan kata 'aneh' dalam kalimat yang sama pada/tentang kamu. 'Istimewa' rasanya lebih pantas, menggambarkanmu dalam satu tarikan nafas.

Entah, ditengah-tengah sunyi yang terlalu panjang, sering kusyukuri sudut itu yang semoga takkan hilang.

Ada kamu disana.

Sunday, April 08, 2007

n'est pas Qn

"Egois" katanya.
Padahal aku hanya mencoba bicara. Tidakah dia mengerti, aku hanya tidak suka sendiri.
Bukan takut seperti yang dia kira, aku hanya benci merasa tak ada siapa-siapa.
Sesulit itu memang mengerti pikiranku, haha, tell me 'bout it! Setelah sekian lama, aku berhenti memaksanya berhenti, percuma, kepalaku terlalu keras kepala.
"Nggak bisa" katanya.
Padahal baru sebentar dia mencoba, belum waktunya kan menyerah kalah?
Oh...dia memang pintar membalikan situasi, selalu aku jadi yang merasa tak berarti.

Aku merindukanmu, hei sang pengerti.