Wednesday, February 01, 2012

Gravitasi dan Mimpi

Sekali lagi kau mencoba terbang setelah jatuh berulang kali. Kau percaya cintamu pada angkasa kan berbalas suatu hari. Kau percaya penantianmu yang lama kan nyatakan khayal dan mimpi. Kau percaya, sayap yang kau buat sendiri kan membawamu tinggi-tinggi.

Sekali lagi kau mencoba terbang tanpa ingat gravitasi.
Gravitasi.
Sesuatu yang selalu membawamu kembali.
Logika yang harusnya sudah khatam kau hayati

Bukankah seminggu lalu kaupun setuju
Bahwa tempatmu disini, dipelukanku
Kau yang bilang bahwa langit terlalu sepi
Dan kau tak suka terbang dalam sunyi

"Disana ada malaikat kan?" tanyaku.
"Ada."
"Cantik?"
"Cantik. Baik."
"Trus masalahnya apa?"
"Aku dan mereka nggak sama dengan kita. Itu masalahnya."

Itu kali pertama kau memberi indikasi bahwa sebetulnya kau, bukan hanya mengerti gravitasi, tapi mengerti bahwa kebersamaan kita tak terganti.

Kukira sayap-sayap itu takkan lagi membawamu pergi.

Tapi sekali lagi kau mencoba terbang setelah jatuh berulang kali. Kau percaya cintamu pada angkasa kan berbalas suatu hari nanti. Kau percaya penantianmu yang lama kan nyatakan khayal dan mimpi. Kau percaya, sayap yang kau buat sendiri kan membawamu tinggi-tinggi.


Bangun sayang, berhentilah bermimpi. Sesekali.
Berhentilah bermimpi dan ingat gravitasi. Sesekali.
Ingatlah gravitasi dan kita yang tak terganti. Sesekali.