Monday, January 05, 2009

It's joy, it's ecstacy, it's truth, it's destiny

Baru saja sebuah tanya melintas di benak ku saat mengingat kamu: "Berapa juta huruf sudah kurangkai sambil menghayati langkahku mencari sesuatu?"

Hanya untuk menemukan tempatku berlabuh, satu saja detik untuk ku merasa penuh. Hanya untuk hentikan sepiku setiap gelap, mengertikan seperti apa rasanya 'lengkap'. Hanya untuk bisa berlaku tanpa strategi, bebas dari seribu satu aturanku sendiri. Hanya untuk bisa bicara, tertawa, bertanya dan bahkan berair mata, kapan saja.

Hanya untuk bisa bertemu kamu,

dan lepaskan 'hanya untuk' dari kalimat itu: menggantinya dengan 'akhirnya aku'

bisa bertemu

kamu.