Friday, November 27, 2009

On three: 1,2,...

Mimpi yang indah.

Sepi dan penuh tawa. Hati berbunga, air mata. Utara bersalju yang takkan dilupa. Dansa menuju pagi yang terhenti sesaat kala hari mendini. Tiba-tiba tak ingin terjaga. Tiba-tiba tak rindu realita. Tiba-tiba ingin tetap disana.

Ingin tetap muda karena bermimpi begitu indah. Karena bermimpi begitu mudah.

Dan desas desus tentang menjadi dewasa yang katanya penuh liku dan luka. Tentang menjadi dewasa yang katanya takkan sudi diduga. Tentang menjadi dewasa yang katanya mematikan jiwa.

…katanya.

Hanya.

Memori berdansa tak cukup indah jika tak menyata. Mimpi manis hilang arti jika tak menghidupkan diri. Dan tentang segalanya yang mudah, bukankah baru sah jika tlah juga menemui susah.

Karena tiket ke angkasa takkan pernah murah,

Bangun dan kunanti kau bercerita. Sembuhkan luka. Ikhlaskan yang tak berhasil terduga.

Bangun dan kunanti kau bercerita.

Kita yang berjiwa akan mendewasa. Bersama, bersama.

New Delhi, end of November 2009