Tuesday, November 11, 2014

Kapan Berhenti?

Hei kamu yang seperti hujan tiba-tiba? 

Bumi yang adalah hati ini sudah basah, angin yang adalah nafas ini sudah lelah. Bukankah sudah waktu, matahari yang adalah happy ending itu bersinar? 

Meski hanya sebentar? 

Bahwa langit yang adalah kita itu akan kembali abu-abu, aku tahu. Bahwa bintang-bintang yang adalah awalan kita itu tidak seharusnya jatuh juga, 

aku 
tahu. 

Hanya saja:

mungkin langit abu-abu yang muram tapi  terpercaya dan bintang jatuh yang indah sesaat tapi selamanya teringat, akan lebih bisa kuiyakan. Jika hadirnya tanpa hujan. 

Begitulah. 
Begitulah.