Tuesday, September 19, 2006

..:.. am

Mata-mataku menolak tuk terpejam
Meski itulah tujuanku bertemu malam
Kamu menari disini, disana, tak pernah lelah
Tertawakan aku yang penuh rasa bersalah

Betapa mahal harga yang kau beri
Sedang aku hanya coba tuk peduli
Berusaha adil dan tak bohongi hati
Karena pilihan tak ada yang lain lagi

Katakanlah kini, kekasih hati yang lalu:
"Apakah itu yang bawakanmu bahagia?"
Dan bila "ya", aku sungguh-sungguh bisa
Tahankan diammu, selama apapun itu

Neraka itu sedang kudatangi
Ganjaran itu sudah terjadi
Percayalah lukamu terbayar sudah
Mata dan malamku telah terpisah

No comments: