Wednesday, November 22, 2006

Love and fear couldn't be in the same heart.
Aku memilih untuk berani menghadapimu, hidup. Untuk sesekali salah, meminta maaf dan kembali mencoba. Untuk sesekali kalah, bersedih sesaat dan kembali berusaha.

...dan mungkin kan menemukan dia akhirnya, Sang Belahan Jiwa.

3 comments:

t0m said...

it's a great poetry, i'm sure it's from ur heart..

keep writing...

TRANQUIL SOLITUDE D'ANTO-VOLLY said...

Wise enought to take him (whoever he is) higher...

sal~ said...

hm.