Wednesday, August 10, 2011

Lantai 1108

Kau yang menganggap bintang itu biasa, "Kerlip yang terlalu sering dipuja. Padahal mereka kecil, jauh di dunia khayal bernama Angkasa." Waktu kugugat langit yang terlihat di atas kita, kau tertawa, "Penampakan tak menjamin apa-apa. Yang terlihat solid tanpa ragu bisa jadi yang paling jago menipu."

Lalu deraimu berlalu, waktu untuk tanya-tanya lugu, "Bintang itu salah apa sama kamu?"

Karena kerlip kecil yang kau panggil "Biasa" selalu kau tatap berlama-lama. Kau panggil "Biasa", untuk seribu satu alasan yang ... ditemukan dan dirangkai p a s t i menggunakan tenaga. Kau panggil "Biasa" diiringi tawa yang teramatsangat sarat makna.

Dan senyummu hanya ada kala senja. Saat angkasa menggelap pekat bertabur putih nyala. Dan ruang-ruang kosong diantaranya, sisakan tempat untuk mimpi yang belum punya nama.

Bintang yang melukis luka dan maafmu yang masih saja.

Untuk sesuatu yang "mengalahkan segalanya".
"Biasa" yang luar biasa meski tanpa suara.
Meski tanpa banyak kata.

No comments: