Wednesday, July 27, 2011

High Speed Love Story Reality

Kau yang tarik garis perak membingkai awan abu-abu, menghias langit sebelum hujan turun satu-satu. Bintang yang mengedip tepat saat kumelihat, hangat meski dulu sempat tak dekat. Keberadaan yang tanpa syarat, kesayangan yang begitu pekat.

Sesuatu yang lebih indah dari mimpi, meski tertidur kita tak lagi.
Kita dan dua cangkir kopi. Menanti senja lalu menunggu pagi.

Dua cangkir kopi berteman senja dan pagi
Dua cangkir kopi lebih indah dari mimpi
Tetaplah begini.

No comments: