Saturday, August 29, 2009

The Third Revolution Eraser

Habis kata.

Mungkin karena tangki perasaanku terlalu penuh, atau justru tak ada apa-apa disana. Atau aku enggan jujur tentang perih yang lagi-lagi tercipta. Bagaimana bisa padahal kau sudah ratusan kilometer jauhnya. Bagaimana bisa.

Kau adalah terakhir yang kukira mau mengasingkan namaku dari duniamu. Janjimu adalah terbaik yang kukira sekuat angkasa yang gelap biru.

Jadi malam ini angkasaku runtuh. Duniaku meluruh. Nafasku dan garis akhir sempat bersentuh.

Dan lagi-lagi marahku dikalahkan memori kita. Bila memang sedalam itu kau tersiksa. Bila 'bukan maksudku' ku tak kau percaya. Bila semua yang terlewati tlah begitu miskin makna.

Bila hari ini engkau bahagia,
kau tahu: aku juga.

No comments: